Rabu, 25 April 2018
Jumat, 01 Desember 2017
Sabtu, 16 September 2017
Pandayana Track
Air Terjun
Teureubeh Jantho Aceh Besar.
Persiapan dan Keberangkatan
Berawal dari perencanaan, ada beberapa nama tempat (wilayah) kedalam
list. Pada hari Sabtu 2 April 2016 kami memutussskan untuk Pandayana Track Air Terjun Teureubeh Jantho Aceh Besar, kami
juga memutuskan Team akan berangkat pada hari jum’at 9 April. Mulai hari itu
team mulai mempelajari peta wilayah jantho untuk membuat jalur. Untuk hari-hari
berikutnya team mengumpulkan berbagai informasi-informasi tentang tempat (wilayah) Pandayana Track. Pada hari
kamis 7 April 2016 team mulai mengumpulkan berbagai perlengkapan yang di
butuhkan untuk keberangkatan team, hari jum’at 8 April 2016, pukul 14.00 Wib,
tempat secretariat Ukm Pa-Lh Pandayana pengurus dan team mulai berkumpul untuk evaluasi
pesiapan dan keberangkatan Team Pandayana Track. Selesai
evaluasi jam menujukan pukul 15.00 Wib teampun di berangkatkan menuju Kuta
Jantho Aceh Besar , tidak lama terasa di atas motor pukul 16.08 Wib Team tiba
di kuta jantho.
Gambar 1: Peta Wilayah Jantho
Team langsung bergerak kearah tujuan gampoeng
teureubeh, sekitar 1 (satu) jam Team berjalan Team mulai memasuki daerah
perkebunan masyarakat. Team melewati Air Terjun pertama Team sangat semangat
saat melihat air terjun dan tak segan kami menikmati keindahannya team tiba di
silter 1 (satu) pukul 17.42 Wib, hari mulai gelab namun team bersepakat untuk beristirahat
dan bermalam di silter 1 (satu). Kesibukan masing-masing mulai terlihat, Team
melepaskan Ransel masing, kekreatifpan Team mulai beraksi ada yang mendirikan
tenda, ada yang mencari kayu bakar, ada yang menyiapkan penerangan dan ada yang
menyiapkan logistik (menu) makan malam.
Perencanaan
dan Persiapan yang matang sangatlah perlu, dengan tidak kita sadari ini selalu
ada dalam kehidupan kita sehari-hari, mulai
dari kita bangun pagi sampai tidur malam kita sudah membuat jadwal kita
sendiri.
Gambar 2: kebersamaan team dalam menyiapkan menu santapan makan malam.
Bagi mereka yang
memiliki hobi petualang dan penggiat alam bebas mempelari materi dasar dan
terus mendalami ilmu manajemen pendakian untuk bekal mereka dalam beraksi di
alam bebas.
Adapun
Perlengkapan Yang di persiapkan.
1.
Perlangkapan Navigasi
·
peta
·
Kompas
·
Alat tulis
·
Penggaris
·
Busur 360
2.
Perlengkapan
Pribadi
·
Baju
lapangan
·
Baju
shalat
·
P3k
·
Survival
kids
·
Mantel/jeket
3.
Perlengkapan
Team
·
Penerang
·
Terpal/plasit
·
Tenda
·
Logistic
·
Alat
masak
·
Parang
Gambar 3: Team
melewati Air terjun kedua (2)
“Tantangan untuk Di Takluki, Bukan Untuk Ditakuti”
My Live Pandayana Track
Mentari
pagi mulai menyinari, Kicauan burung silih bergati dan daunan ikut menari
Jam
menujukan pukul 08.00 Wib Team
mulai
bergerak melanjutkan Pandayana Track
team
melewati hutan rotan, Navigator team mulai memainkan perlengkapan navigasinya. Team
mulai membuka jalur, Navigator mengarah Jalur Pandayana Track ke punggungan gunung Mentala untuk
memudahkan Team menerobosnya.Tak sengaja kami menemukan Wagler Pit Viper.Di
Indonesia Wagler pit Viper Hanya ada di 3 pulau Yaitu Sumatra, Kalimantan,
dan
Sulawesi.
Gambar 4 : Wagler pit
Viper
Sebelumnya
wagler dari ke tiga pulau ini memiliki
Nama
latin yang sama, yaitu Trimeresurus Wagleri lalu berubah menjadi Tropidoleamus
Wagler. Namun, sekarang nama latin tersebut hanya untuk Wagler Lokaliti
Sumatera saja. Untuk Lokaliti Kalimantan dan Sulawesi, nama nya diganti menjadi
Trimeresurus Subannulatus. Jenis bisa dari Wagler adalah Hemotoxin, merupakan
Racun yang menghancurkan sel darah merah, Menyebabkan Hemolysis dan Kerusakan
jaringan umum. Tingkat daya Bunuh Hemotoxin jauh lebih lambat dari pada
Neurotoksin.
masyarakat lagi istirahat di tenda yang
takberdiding. Team menyapa si bapak assalamua’alaikum
pak, lagi beristi rahat ya pak?
Sibapak
langsung bangkit dan menjawab salam kami “wa’alaikumsalam
mampirdulu dek’’ , sibapak mengajak team untuk istirahat dulu dan
menawarkan secangkir kopi. Team pun beristirat sebentar sambil mengenal kan diri masing-masing team.
Sabtu, 11 Maret 2017
LINTAS DARI PULO BREAH
UKM PA-LH PANDAYANA
Trip kali ini beralih dari ketinggian menuju ke dataran rendah tepat nya di pulo breah salah satu pulau yang juga rame dikunjungi dan sanagat memuaskan apabila kita sudah sampai di lokasi tersebut.
Ada beberapa peninggalan sejarah di pulo tersebut diantaramya yang paling menonjol yaitu Mercusuar yang menjulang tinggi dan ada beberapa lagi peninggalan masa belanda.
Untuk sampai ke tempat ini menempuh 3 jam perjalanan menggunakan kapal kecil yang bersandar di Lampulo. Banda Aceh.
UKM PA-LH PANDAYANA
Trip kali ini beralih dari ketinggian menuju ke dataran rendah tepat nya di pulo breah salah satu pulau yang juga rame dikunjungi dan sanagat memuaskan apabila kita sudah sampai di lokasi tersebut.
Ada beberapa peninggalan sejarah di pulo tersebut diantaramya yang paling menonjol yaitu Mercusuar yang menjulang tinggi dan ada beberapa lagi peninggalan masa belanda.
Untuk sampai ke tempat ini menempuh 3 jam perjalanan menggunakan kapal kecil yang bersandar di Lampulo. Banda Aceh.
Kamis, 12 Januari 2017
PENDIDIKAN DASAR CINTA ALAM KE XXIII 2016
Asalamualaikum wr,wb.....
lestari
Tidak terasa sudah masuk tahun baru yaitu 2017, sungguh begitu cepat pergantian tahun. Dan Ukm Pa-Lh pandayana universitas abulyatama aceh kembali melaksanakan pendidikan dasar cinta alam yang ke 23 yang diselenggarakan pada tanggal 14-20 November 2016 di Krueng Jreue-Aceh Besar. Dengan jumlah peserta 4 orang yang terdiri dari 3 laki-laki 1 perempuan, Alhamdulilah berkat dukungan dan kerja keras kegiatan ini berjalan dengan lancar sampai dengan selesai.
Adapun terapan ilmu yang di aplikasi kan di lapangan
-mounteneering
-caving
-climbing
-konservasi sumber daya alam
-keorganisasian
-dan ilmu lain yang berkaitan dengan pecinta alam
harapan nya dengan bertambahnya anggota disertai berkembang nya kreatifitas dan exis dalam dunia kepecinta alaman baik itu sosial,masyarakat, dll
nama-nama peserta pdca 23 antara lain
-mahfud
-mahida
-mirza
-indra
demikian mudah mudahan kepada anggota baru agar lebih giat lagi mendalami ilmu yang ada di mapala. dan pandayana menaruh harapan besar kepada kalian demi masa depan yang lebih baik.
TTD
pengurus harian
ukm pa-lh pandayana
lestari
Tidak terasa sudah masuk tahun baru yaitu 2017, sungguh begitu cepat pergantian tahun. Dan Ukm Pa-Lh pandayana universitas abulyatama aceh kembali melaksanakan pendidikan dasar cinta alam yang ke 23 yang diselenggarakan pada tanggal 14-20 November 2016 di Krueng Jreue-Aceh Besar. Dengan jumlah peserta 4 orang yang terdiri dari 3 laki-laki 1 perempuan, Alhamdulilah berkat dukungan dan kerja keras kegiatan ini berjalan dengan lancar sampai dengan selesai.
Adapun terapan ilmu yang di aplikasi kan di lapangan
-mounteneering
-caving
-climbing
-konservasi sumber daya alam
-keorganisasian
-dan ilmu lain yang berkaitan dengan pecinta alam
harapan nya dengan bertambahnya anggota disertai berkembang nya kreatifitas dan exis dalam dunia kepecinta alaman baik itu sosial,masyarakat, dll
nama-nama peserta pdca 23 antara lain
-mahfud
-mahida
-mirza
-indra
demikian mudah mudahan kepada anggota baru agar lebih giat lagi mendalami ilmu yang ada di mapala. dan pandayana menaruh harapan besar kepada kalian demi masa depan yang lebih baik.
TTD
pengurus harian
ukm pa-lh pandayana
Jumat, 28 Oktober 2016
kegiatan penanaman angkatan XXII-XXIII
unit kegiatan pandayana merupakan sebuah lembaga yang respek terhadap lingkungan dan sosial keberadaan lembaga ini adalah di lingkungan kampus universitas abulyatama aceh jl.blang bintang lama km.8,5 lampoh keude aceh besar. kegiatan ini bukan kali pertama di laksanankan dan kegiatan penanaman atau penghijauan merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang diperuntukan untuk angkatan baru/muda. kegiatan tahun ini bertema satu pohon beribu makna.melakukan hal kecil yang akan berdampak besar dimasa yang akan datang.semoga niat baik kita ini di redoi oleh Allah SWT. amiin
Jumat, 10 Juni 2016
Caving pandayana
caving atau biasa kita dengar goa tidak sembarangan orang bisa menikmati keindahan alam yang satu ini dan kebesaran tuhan, perlu pengetahuan yang cukup dan mantap serta di lengkapi dengan peralatan peralatan yang standar untuk keselamatan bagi orang orang yang melakukan explor goa. goa ini terletak di indrapuri sekitar 20 km dari kota banda aceh goa ini biasa di sebut goa Angin. pintu pertama nya horizontal dam setelah masuk sekitar 50 meter terdapat pintu satu lagi vertikal
Jumat, 22 April 2016
Senin, 28 Maret 2016
Kamis, 28 Januari 2016
Team XPDC Leuser February-March 2015
Leuser adalah salah satu gunumg yang didamba dambakan oleh para pendaki gunung dengan keindahan alam yang super luar biasa dan memiliki jalur pendakian terpanjang. sedikit cerita dari kami.kami berangkat dari banda aceh menuju gayo lues kami istirahat beberapa hari untuk beradaptasi dengan lingkungan setempat baru setelah semua nya lengkap kami melakukan pendakian berjumlah 5 orang guide 1 orang nama nama nya antara lain Mr.cukim-Rudi Rian Amri-Fikri-Herman Felani-Suryadi kami memulai perjalanan singakat cerita jarak tempu untuk mencapai puncak memakan waktu 8 hari dan untuk kembali menempuh waktu 3 hari. sungguh luar biasa keindahan alam yang wajib kita jaga untuk masa depan anak cucu kita
Rabu, 06 Januari 2016
Soal Memilih Menantu, Ini 7 Alasan Paling Revolusioner, Mengapa Anak Mapala!
Tak
usah khawatir soal bagaimana nanti anak Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) bakal
mencintaimu sekaligus mengasihi keluargamu. Alam beserta isinya saja ia
ikrarkan untuk dijaga, apalagi calon istri (atau suami) macam kamu, begitupun
bapak-ibu, om-tante, dan oma-opa-mu di rumah.
Di jaman ketika banyak orang tua menaikan standard ongkos nikah
anak perempuannya gara-gara kontribusi tayangan infotainment (pernikahan waw kalangan
artis), pada akhirnya (percayalah) akan datang suatu masa dimana para orang tua
yang mulai putus asa, menyadari sepenuhnya bahwa, pemuda macam Rafi Ahmad
memang sedikit di Indonesia, dan tak selalu manjur dijadikan standar
patokan.
Begitupun untuk orang tua yang memimpikan anak laki-lakinya
mempersunting putri macam Syahrini. Sudah saatnya membuang impian sia-sia itu
dan pintar menyadari tanpa perlu putus asa bahwa, putri macam Syahrini itu
hanya bikin dada ngos-ngosan ketika banyak penduduk membully nanti, gara-gara
aksi maju mundur maju mundur cantik cantik-nya. Impian agar anak
laki-laki Anda juga dapat mempersunting Noor Hafizah, seorang pilot pesawat yang hingga kini masih
menjomblo, segera tepikan ke kaki dipan, sebelum anak Anda makin terjerumus ke
lembah kesepian terdalam.
Bagi putra dan putri anak si Bapak Fulan dan si Ibu Fulin juga sudah waktunya untuk tidak mengimani kekhawatiran terdungu yang mewujud dalam deretan kalimat; "Lalu makan apa nanti kalau hidup dengannya? Makan cinta? Kalau sakit mau minum apa? Minum cinta juga,?". Kalau ada yang menanyakan begitu, maka rugilah berdebat panjang saling bersitegang. Cukup jawab; "Kalau lapar ya makan nasi, dan kalau sakit ya minum obat,". Sederhana kan?
Nah, semua itu merupakan peluang, terutama bagi anak-anak Mapala (cewek maupun cowok), untuk mulai menongolkan diri ke hadapan publik. Saatnya turun gunung meninggalkan sejenak jejak-jejak pertualang alam bebas dan segala bentuk semedi di sana, kemudian sedapat mungkin mangkir sebentar dari hidupan liar margasatwa endemik, dan jadilah sosok yang self-proclaimeddemi terciptanya wacana alternatif yang nanti tertangkap menjadi paham paling revolusioner dalam batok kepala para calon mertua terkait pilihan; kepada pemuda (dan pemudi) macam mana anak mereka tepat dinikahkan.
Bagi putra dan putri anak si Bapak Fulan dan si Ibu Fulin juga sudah waktunya untuk tidak mengimani kekhawatiran terdungu yang mewujud dalam deretan kalimat; "Lalu makan apa nanti kalau hidup dengannya? Makan cinta? Kalau sakit mau minum apa? Minum cinta juga,?". Kalau ada yang menanyakan begitu, maka rugilah berdebat panjang saling bersitegang. Cukup jawab; "Kalau lapar ya makan nasi, dan kalau sakit ya minum obat,". Sederhana kan?
Nah, semua itu merupakan peluang, terutama bagi anak-anak Mapala (cewek maupun cowok), untuk mulai menongolkan diri ke hadapan publik. Saatnya turun gunung meninggalkan sejenak jejak-jejak pertualang alam bebas dan segala bentuk semedi di sana, kemudian sedapat mungkin mangkir sebentar dari hidupan liar margasatwa endemik, dan jadilah sosok yang self-proclaimeddemi terciptanya wacana alternatif yang nanti tertangkap menjadi paham paling revolusioner dalam batok kepala para calon mertua terkait pilihan; kepada pemuda (dan pemudi) macam mana anak mereka tepat dinikahkan.
Kenapa
anak Mapala?
Di jaman ketika konsep kemapanan banyak melahirkan modus penipuan, dan pernikahan pada akhirnya bangkrut meski baru se-usia jagung, mendapatkan anak Mapala sebagai menantu adalah pilihan cerdas dan paling revolusioner bagi para calon mertua yang berpikir.
Berikut ini adalah 7 alasan paling revolusioner, terkait keunggulan anak Mapala yang layak dibaca para orang tua yang frustasi dan hampir bunuh diri menyeleksi calon menantu yang pantas.
1. Romantis.
Jangan menganggap remeh anak Mapala, terlebih dari segi tampilan luar, yang biasanya cepat membuat orang mudah menuduh macam-macam (meski hampir semuanya betul. Hehehe).
Kesalahan masyarakat kita adalah menilai orang dari casingnya saja. Umumnya anak Mapala disangka brutal, berdandan bak garong dengan perut lapar seminggu, nakal, brengsek, orang gak bener tanpa masa depan cerah, jarang mandi, berkutu, dan bau.
Tapi tahukah orang-orang picik itu, dibalik merek pembasmi hama serangga dan pestisida yang disangkakan pada anak-anak Mapala, tersimpan kelembutan hati yang harum mewangi seperti aroma sedap malam di pegunungan, puitis dan romantis.
Tak percaya? Coba tanya sana sama yang pernah dekat dan berhubungan dengan anak Mapala. Bukankah banyak anak gadis yang klepek-klepek dan dengkulnya mendadak gemetar, ketika di malam sunyi; kopi krim coklat tersaji depan tenda beralaskan matras; dibawah sinar bulan dan taburan bintang; si anak Mapala memetik gitar membawakan lagu Power Slaves: "Tetaplah di sampingku ow ho.. sampai fajar tiba...". Dijamin deh akan ada yang bakal lupa turun gunung.
Begitupun anak laki yang menaksir anak Mapala yang cewek. Baru tahu dia kalau bumi itu tak sebatas ketiak Mami, dan tak sekedar seru seperti game Clash of Clan, ketika diajak kemping.
Akan tetapi, sekalipun dikenal romantis dan peka dalam merasa nuansa hati pasangannya, jangan berharap kalau anak Mapala akan menjual idealismenya dengan memberikan hadiah romantis berupa Edelweiss yang akan menambah hati para cewek berbunga-bunga, atau bagi yang cowok (yang menaksir anak Mapala cewek) merasa seperti baru saja dilemparkan ke bumi. Namun demikian, sebagai ganti agar si cewek tak merasa keinginan 'vandalis-nya' ditolak, pertunjukkan sulap yang biasa mereka mainkan dalam tenda, dapat menjadi hiburan pereda sedih. Sedangkan untuk cowok, betapa malunya anak itu ketika si cewek anak Mapala yang ditaksirnya, cekatan membuat api unggun dan menyalakan Trangia, sembari memberi penjelasan pada si cowok bahwa bunga Edelweiss itu bukan hijau apalagi merah jambu warnanya.
2. Pondasi Ketahanan Pangan
Anak Mapala itu telaten berkebun. Jadi tak usah ditaruh heran jika pekarangan rumah mertua dicangkul kemudian ditanami sayur mayur beragam varietas. Menantu yang satu ini sepertinya sesak nafas jika melihat ada pekarangan rumah yang dibiarkan kosong tak ditanami apa-apa. Lama-kelamaan, jika tak dikontrol, ia akan mengubah pekarangan jadi sorga sayur-mayur, tanaman rempah, dan umbi-umbian menjalar hingga ke tembok. Dalam perkembangan selanjutnya, jangan heran jika anak Mapala ini mulai merekrut para tetangga kemudian mendirikan Kelompok Hijau Tingkat RT.
3. Pintar Memasak
Selain telaten berkebun, anak Mapala juga pintar memasak. Jadi tak usah khawatir jika selaku istri (dan suami) atau mertua yang sedang sakit, urusan di dapur untuk sementara di pe-el-te-kan dulu ke menantu. Soal lidah istri (suami) dan mertua yang pahit akibat didera panas, rata-rata anak Mapala sudah tahu bagaimana mensiasati nafsu makan yang hilang itu dapat berangsur-angsur stabil kembali. Makanya dari dapur, aroma daun sereh dan bumbu Kuah Asang, begitu kuat memprovokasi ujung hidung meski mampet. Anak Mapala paling tahu berapa buah tomat yang pas, begitupun sereh; daun kunyit; dan bumbu racik lainnya dalam menegasikan menu Kuah Asang.
Soal memasak Sup Daging Sapi dan Opor Ayam, tak usah didebat. Untuk Sup, anak Mapala sudah tahu mana yang lebih dulu dijatuhkan ke kuali; irisan bawang merah atau jintar ketumbar. Begitupun untuk Opor; rempah mana yang duluan ditumis sebelum menaruh air dan santan kelapa. Dari dapur, anak Mapala cerdas bekerja meramu bumbu, seperti Lenin yang tengah menyusun materi agitasi propaganda untuk kaum Bolshevik.
4. Dapat Diandalkan
Soal tanggung jawab tak usah ditanya. Medan keras dan kejam mana lagi yang tak ia tempuh meski dengan punggung yang sarat beban. Hujan, panas, badai, lembah, lereng, punggungan, puncak, goa, lautan, rawa, semua berhasil dilalui. Ini yang membedakan anak Mapala dengan anak alay gaul jablay yang cepat merengek ketika ditimpa masalah. Soal bertahan hidup tak usah ditanya lagi, materi dan praktek survival sudah beberapa kali disantap. Jadi, jika masalah yang menimpa hanya soal bunga rentenir dari lintah darat 30 persen yang mencoba mengirim kaki tangannya ke rumah, suruh saja anak Mapala yang mengatasi. Jika sengketanya adalah soal perebutan lahan, maka kasih anak Mapala menangani. Ia akan dengan mudah menyebarkan informasi ke Komunitas Pecinta Alam (KPA) dan Mapala seantero kabupaten untuk hadir dalam Kemah Akbar yang lokasinya di lahan sengketa. Maka coba-cobalah menganggu area Jambore itu.
Bagi Anda yang bermukim di daerah rawan bencana, tak perlu terlampau khawatir. Anak Mapala sudah beberapa kali menjadi tenaga sukarela yang membentuk Posko Tim Sar juga bergabung dengan Badan SAR Nasional dalam menanggulangi bencana. Mereka cekatan dan telaten. Jadi kalau cuma soal banjir, itu kecil dimata mereka. Jangankan itu, bencana longsor, gunung meletus, banjir bandang, sudah menjadi santapan hari-hari anak Mapala. Pendek kata, jika diibaratkan jenis kendaraan, maka anak Mapala adalah tipe ATV (All Terrain Vahicle) yang dapat diandalkan di segala medan.
5. Presiden Adalah Anak Mapala
Orang sudah banyak yang tahu kalau Jokowi pernah berpenampilan metal saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI. Ketika itu Jokowi yang kini Presiden RI menonton konser Metallica di Jakarta. Tapi banyakkah orang yang tahu bahwa Jokowi adalah anak Mapala? Maka gugling-lah di internet dengan kata kunci Jokowi Anak Mapala, Anda akan menemukan bagaimana Presiden RI ini berpose di atas gunung sambil membentangkan bendera Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Silvagama Fakultas Kehutanan UGM.
Itulah foto Jokowi yang diambil tahun 1983 silam. Dalam foto tersebut, Jokowi tampak mengenakan kaos lengan pendek, topi, dan sarung tangan. Ada teropong yang ikut dikalungkan di leher.
Jokowi yang kini adalah Presiden RI, mengatakan bahwa foto itu diambil ketika dirinya bersama dengan 11 temannya. Mereka mendaki Gunung Kerinci di Sumatera. Ketika itu Jokowi kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.
Menjadi anak Mapala berarti menjadi sosok yang ditempa alam menjadi sosok yang maju, mandiri, bertanggung-jawab, disiplin dan telaten.
6. Stylish
Siapa bilang anak Mapala ketinggalan fashion? Justru anak Mapala berkontribusi besar dalam perkembangan fashion baik di tanh air maupun di mancanegara. Coba lihat kemeja flanel yang dikeluarkan para perancang busana. Belum lagi celana adventure yang melahirkan banyak tipe dan varian. Ini belum termasuk asesoris/pernak-pernik yang biasa mereka pakai. Soal peralatan, jangan ditanya lagi. Dan jarang sekali KW. Rata-rata Ori. Anak Mapala paling anti memakai fashion, asesoris, dan peralatan KW. Sepatu boots dipadu dengan celana lapangan, atu jeans belel dengan pernak-pernik perpaduan segala jenis budaya fashion dari yang terkecil hingga yang menyolok, ada di anak Mapala. Siapa sih yang tak terkintil-kintil dengan itu semua (cewek maupun cowok). Lalu coba cari tahu, di bidang fashion, anak gaul alay bin jablay memberi kontribusi apa di bidang fashion. Hehehe..
7. Setia
Dari semua alasan di atas, ini yang paling penting. Kesetiaan anak Mapala telah teruji tak hanya di bibir saja. Ini juga bukan ujian yang berlangsung dalam ruangan kelas; seperti mengerjakan ragam soal dan deretan tes ujian kesetiaan yang diberikan guru atau seorang psikolog saat Anda melamar pekerjaan dalam sebuah perusahan bonafid yang mewajibkan calon karyawannya di tes.
Ujian yang dicecap anak Mapala adalah ujian langsung yang membahana badai dari alam semesta dengan segala iklim, cuaca, dan keadaan medan di lapangan. Ketika mendaki, mereka tidak pernah saling meninggalkan satu sama lain. Selalu seiring sejalan. Tengoklah pula kesetia-kawanan antar anak Mapala di seluruh wilayah nusantara tercinta ini. Anda mungkin hanya tahu soal istilah sepiring berdua, segelas bersama, atau sekasur berdua. Tapi di dunia kepecinta-alaman, jangan heran jika Anda menyaksikan secara langsung bagaimana itu; selinting berempat, sepiring berenam, setikar bersepuluh, setenda sekelompok, atau sebakul sekawanan. Senantiasa bersama seiring-sejalan, tak saling tinggal meninggalkan kecuali Anda memintanya pergi ketika awalnya Anda menyuruh dia menanti di Hutan Pinus tak jauh dari tempat Anda pipis namun tiba-tiba Anda Berce (Berak di celana). Pret!!
Maka, adalah tindakan merugi dan sebuah kesia-siaan yang semena-mena dan amat disayangkan sekali, jika para anak gadis (juga pemuda alay) dan orang tua jaman gadget sekarang ini, masih menganggap remeh calon menantu anak Mapala, dan lebih memilih (meski setengah putus asa dan hampir bunuh diri) untuk menunggu kehadiran pemuda macam Rafi Ahmad atau pemudi seperti Syahrini pun anak gaul alay jablay yang selalu ada bak jamur di musim dingin.
Di jaman ketika konsep kemapanan banyak melahirkan modus penipuan, dan pernikahan pada akhirnya bangkrut meski baru se-usia jagung, mendapatkan anak Mapala sebagai menantu adalah pilihan cerdas dan paling revolusioner bagi para calon mertua yang berpikir.
Berikut ini adalah 7 alasan paling revolusioner, terkait keunggulan anak Mapala yang layak dibaca para orang tua yang frustasi dan hampir bunuh diri menyeleksi calon menantu yang pantas.
1. Romantis.
Jangan menganggap remeh anak Mapala, terlebih dari segi tampilan luar, yang biasanya cepat membuat orang mudah menuduh macam-macam (meski hampir semuanya betul. Hehehe).
Kesalahan masyarakat kita adalah menilai orang dari casingnya saja. Umumnya anak Mapala disangka brutal, berdandan bak garong dengan perut lapar seminggu, nakal, brengsek, orang gak bener tanpa masa depan cerah, jarang mandi, berkutu, dan bau.
Tapi tahukah orang-orang picik itu, dibalik merek pembasmi hama serangga dan pestisida yang disangkakan pada anak-anak Mapala, tersimpan kelembutan hati yang harum mewangi seperti aroma sedap malam di pegunungan, puitis dan romantis.
Tak percaya? Coba tanya sana sama yang pernah dekat dan berhubungan dengan anak Mapala. Bukankah banyak anak gadis yang klepek-klepek dan dengkulnya mendadak gemetar, ketika di malam sunyi; kopi krim coklat tersaji depan tenda beralaskan matras; dibawah sinar bulan dan taburan bintang; si anak Mapala memetik gitar membawakan lagu Power Slaves: "Tetaplah di sampingku ow ho.. sampai fajar tiba...". Dijamin deh akan ada yang bakal lupa turun gunung.
Begitupun anak laki yang menaksir anak Mapala yang cewek. Baru tahu dia kalau bumi itu tak sebatas ketiak Mami, dan tak sekedar seru seperti game Clash of Clan, ketika diajak kemping.
Akan tetapi, sekalipun dikenal romantis dan peka dalam merasa nuansa hati pasangannya, jangan berharap kalau anak Mapala akan menjual idealismenya dengan memberikan hadiah romantis berupa Edelweiss yang akan menambah hati para cewek berbunga-bunga, atau bagi yang cowok (yang menaksir anak Mapala cewek) merasa seperti baru saja dilemparkan ke bumi. Namun demikian, sebagai ganti agar si cewek tak merasa keinginan 'vandalis-nya' ditolak, pertunjukkan sulap yang biasa mereka mainkan dalam tenda, dapat menjadi hiburan pereda sedih. Sedangkan untuk cowok, betapa malunya anak itu ketika si cewek anak Mapala yang ditaksirnya, cekatan membuat api unggun dan menyalakan Trangia, sembari memberi penjelasan pada si cowok bahwa bunga Edelweiss itu bukan hijau apalagi merah jambu warnanya.
2. Pondasi Ketahanan Pangan
Anak Mapala itu telaten berkebun. Jadi tak usah ditaruh heran jika pekarangan rumah mertua dicangkul kemudian ditanami sayur mayur beragam varietas. Menantu yang satu ini sepertinya sesak nafas jika melihat ada pekarangan rumah yang dibiarkan kosong tak ditanami apa-apa. Lama-kelamaan, jika tak dikontrol, ia akan mengubah pekarangan jadi sorga sayur-mayur, tanaman rempah, dan umbi-umbian menjalar hingga ke tembok. Dalam perkembangan selanjutnya, jangan heran jika anak Mapala ini mulai merekrut para tetangga kemudian mendirikan Kelompok Hijau Tingkat RT.
3. Pintar Memasak
Selain telaten berkebun, anak Mapala juga pintar memasak. Jadi tak usah khawatir jika selaku istri (dan suami) atau mertua yang sedang sakit, urusan di dapur untuk sementara di pe-el-te-kan dulu ke menantu. Soal lidah istri (suami) dan mertua yang pahit akibat didera panas, rata-rata anak Mapala sudah tahu bagaimana mensiasati nafsu makan yang hilang itu dapat berangsur-angsur stabil kembali. Makanya dari dapur, aroma daun sereh dan bumbu Kuah Asang, begitu kuat memprovokasi ujung hidung meski mampet. Anak Mapala paling tahu berapa buah tomat yang pas, begitupun sereh; daun kunyit; dan bumbu racik lainnya dalam menegasikan menu Kuah Asang.
Soal memasak Sup Daging Sapi dan Opor Ayam, tak usah didebat. Untuk Sup, anak Mapala sudah tahu mana yang lebih dulu dijatuhkan ke kuali; irisan bawang merah atau jintar ketumbar. Begitupun untuk Opor; rempah mana yang duluan ditumis sebelum menaruh air dan santan kelapa. Dari dapur, anak Mapala cerdas bekerja meramu bumbu, seperti Lenin yang tengah menyusun materi agitasi propaganda untuk kaum Bolshevik.
4. Dapat Diandalkan
Soal tanggung jawab tak usah ditanya. Medan keras dan kejam mana lagi yang tak ia tempuh meski dengan punggung yang sarat beban. Hujan, panas, badai, lembah, lereng, punggungan, puncak, goa, lautan, rawa, semua berhasil dilalui. Ini yang membedakan anak Mapala dengan anak alay gaul jablay yang cepat merengek ketika ditimpa masalah. Soal bertahan hidup tak usah ditanya lagi, materi dan praktek survival sudah beberapa kali disantap. Jadi, jika masalah yang menimpa hanya soal bunga rentenir dari lintah darat 30 persen yang mencoba mengirim kaki tangannya ke rumah, suruh saja anak Mapala yang mengatasi. Jika sengketanya adalah soal perebutan lahan, maka kasih anak Mapala menangani. Ia akan dengan mudah menyebarkan informasi ke Komunitas Pecinta Alam (KPA) dan Mapala seantero kabupaten untuk hadir dalam Kemah Akbar yang lokasinya di lahan sengketa. Maka coba-cobalah menganggu area Jambore itu.
Bagi Anda yang bermukim di daerah rawan bencana, tak perlu terlampau khawatir. Anak Mapala sudah beberapa kali menjadi tenaga sukarela yang membentuk Posko Tim Sar juga bergabung dengan Badan SAR Nasional dalam menanggulangi bencana. Mereka cekatan dan telaten. Jadi kalau cuma soal banjir, itu kecil dimata mereka. Jangankan itu, bencana longsor, gunung meletus, banjir bandang, sudah menjadi santapan hari-hari anak Mapala. Pendek kata, jika diibaratkan jenis kendaraan, maka anak Mapala adalah tipe ATV (All Terrain Vahicle) yang dapat diandalkan di segala medan.
5. Presiden Adalah Anak Mapala
Orang sudah banyak yang tahu kalau Jokowi pernah berpenampilan metal saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI. Ketika itu Jokowi yang kini Presiden RI menonton konser Metallica di Jakarta. Tapi banyakkah orang yang tahu bahwa Jokowi adalah anak Mapala? Maka gugling-lah di internet dengan kata kunci Jokowi Anak Mapala, Anda akan menemukan bagaimana Presiden RI ini berpose di atas gunung sambil membentangkan bendera Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Silvagama Fakultas Kehutanan UGM.
Itulah foto Jokowi yang diambil tahun 1983 silam. Dalam foto tersebut, Jokowi tampak mengenakan kaos lengan pendek, topi, dan sarung tangan. Ada teropong yang ikut dikalungkan di leher.
Jokowi yang kini adalah Presiden RI, mengatakan bahwa foto itu diambil ketika dirinya bersama dengan 11 temannya. Mereka mendaki Gunung Kerinci di Sumatera. Ketika itu Jokowi kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.
Menjadi anak Mapala berarti menjadi sosok yang ditempa alam menjadi sosok yang maju, mandiri, bertanggung-jawab, disiplin dan telaten.
6. Stylish
Siapa bilang anak Mapala ketinggalan fashion? Justru anak Mapala berkontribusi besar dalam perkembangan fashion baik di tanh air maupun di mancanegara. Coba lihat kemeja flanel yang dikeluarkan para perancang busana. Belum lagi celana adventure yang melahirkan banyak tipe dan varian. Ini belum termasuk asesoris/pernak-pernik yang biasa mereka pakai. Soal peralatan, jangan ditanya lagi. Dan jarang sekali KW. Rata-rata Ori. Anak Mapala paling anti memakai fashion, asesoris, dan peralatan KW. Sepatu boots dipadu dengan celana lapangan, atu jeans belel dengan pernak-pernik perpaduan segala jenis budaya fashion dari yang terkecil hingga yang menyolok, ada di anak Mapala. Siapa sih yang tak terkintil-kintil dengan itu semua (cewek maupun cowok). Lalu coba cari tahu, di bidang fashion, anak gaul alay bin jablay memberi kontribusi apa di bidang fashion. Hehehe..
7. Setia
Dari semua alasan di atas, ini yang paling penting. Kesetiaan anak Mapala telah teruji tak hanya di bibir saja. Ini juga bukan ujian yang berlangsung dalam ruangan kelas; seperti mengerjakan ragam soal dan deretan tes ujian kesetiaan yang diberikan guru atau seorang psikolog saat Anda melamar pekerjaan dalam sebuah perusahan bonafid yang mewajibkan calon karyawannya di tes.
Ujian yang dicecap anak Mapala adalah ujian langsung yang membahana badai dari alam semesta dengan segala iklim, cuaca, dan keadaan medan di lapangan. Ketika mendaki, mereka tidak pernah saling meninggalkan satu sama lain. Selalu seiring sejalan. Tengoklah pula kesetia-kawanan antar anak Mapala di seluruh wilayah nusantara tercinta ini. Anda mungkin hanya tahu soal istilah sepiring berdua, segelas bersama, atau sekasur berdua. Tapi di dunia kepecinta-alaman, jangan heran jika Anda menyaksikan secara langsung bagaimana itu; selinting berempat, sepiring berenam, setikar bersepuluh, setenda sekelompok, atau sebakul sekawanan. Senantiasa bersama seiring-sejalan, tak saling tinggal meninggalkan kecuali Anda memintanya pergi ketika awalnya Anda menyuruh dia menanti di Hutan Pinus tak jauh dari tempat Anda pipis namun tiba-tiba Anda Berce (Berak di celana). Pret!!
Maka, adalah tindakan merugi dan sebuah kesia-siaan yang semena-mena dan amat disayangkan sekali, jika para anak gadis (juga pemuda alay) dan orang tua jaman gadget sekarang ini, masih menganggap remeh calon menantu anak Mapala, dan lebih memilih (meski setengah putus asa dan hampir bunuh diri) untuk menunggu kehadiran pemuda macam Rafi Ahmad atau pemudi seperti Syahrini pun anak gaul alay jablay yang selalu ada bak jamur di musim dingin.
Langganan:
Postingan (Atom)











